COMPUTER CRIME DALAM SOSIAL

Teknologi yang semakin maju memang banyak memberikan manfaat pada kehidupan manusia. Tetapi seiring dengan besar manfaatnya maka besar pula resikonya. Resiko-resiko yang banyak muncul adalah yang berkaitan dengan computer crime.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Sesuai yang telah kita ketahui sebelumnya segala macam teknologi terbaru saat ini hampir seluruhnya pengerjaannya dilakukan oleh computer. Dengan demikian, banyak kemungkinan pihak yang tidak bertanggungjawab akan menggunakan hal tersebut untuk berbagai hal. Contohnya : dalam sebuah film yang berjudul TakeDown, seorang hacker dapat menjadi cracker jika perbuatannya dalam menggunakan computer atau system jaringan computer dapat merugikan. Perbuatan yang merugikan tersebut diantaranya pembobolan bank sehingga dapat memindahkan sejumlah uang dari bank ke rekening yang dikehendaki, pemegangan kendali atas jaringan listrik, air gas, serta komunikasi. Selain itu para cracker juga dapat menerobos serta mengambil dan mengacaukan data-data pada sebuah badan usaha yang vital.

Dari hal-hal yang mungkin dapat dilakukan oleh seorang craker, akan mengakibatkan dampak yang buruk terhadap masyarakat. Misalnya dengan pembobolan bank tidak hanya Negara yang dirugikan tetapi juga masyarakat. Apabila seorang craker memegang kendali atas jaringan listrik, air, gas, komunikasi pasti akan terjadi banyak sekali keresahan. Mungkin alan terjadi kecelakaan beruntun ketika lampu merah tidak menyala, Pesawat penumpang akan terjatuh karena putusnya komunikasi dan masih banyak kejadian kacau lainnya yang akan terjadi memandang semua jenis peralatan pada zaman ini kebanyakan dikendalikan oleh computer.

Hacker sebenarnya memiliki kode etik yang pada mulanya diformulasikan dalam buku karya Steven Levy berjudul Hackers: Heroes of The Computer Revolution, pada tahun 1984. Kode etik hacker tersebut, yang kerap dianut pula oleh para cracker, adalah :

1. Akses ke sebuah sistem komputer, dan apapun saja dapat mengajarkan mengenai bagaimana dunia bekerja, haruslah tidak terbatas sama sekali

2. Segala informasi haruslah free (bebas diakses/dimanfaatkan oleh siapapun).

3. Jangan percaya pada otoritas, promosikanlah desentralisasi.

4. Hacker haruslah dinilai dari sudut pandang aktifitas hackingnya, bukan berdasarkan standar organisasi formal atau kriteria yang tidak relevan seperti derajat, usia, suku maupun posisi.

5. Seseorang dapat menciptakan karya seni dan keindahan di komputer.

6. Komputer dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Firewall synopsis

200px-firewall_22

Adalah sebuah film aksi yang bercerita tentang Jack Stanfield yang bekerja sebagai Computer Security Specialist di Seattle-based Landrock Pacific Bank. Karirnya yang tergolong cemerlang membuatnya menjadi salah satu orang penting di kantornya. Kehidupan keluarga bersama istri dan dua anaknya juga berjalan lancar-lancar saja hingga suatu hari terjadi hal yang tidak diduga.
Suatu ketika Jack dan keluarganya disandra oleh perampok bank yang bernama Bill Cox. Bill dan komplotannya telah mengetahui segala seluk beluk dari Jack dan keluarganya.Dalam misi Bill kali ini dia berniat untuk membobol bank melalui Jack sekaligus menghilangkan jejak perampokan dengan menjadikan Jack sebagai tersangka.
Dalam film ini ditampilkan cara perampokan baru dengan menggunakan teknologi, seperti mengakses server bank dengan akses command prompt. Namun ada sedikit keunikan dalam pembobolan data server yang menyimpan rekning. Bill melalui Jack memindai data 10,000 rekening nasabah yang
memiliki total saldo tertinggi dengan sebuah scaner yang dimodifikasinya dari salah satu bagian alat fax dan menggunakan Ipod sebagai Harddrive. Yang menarik dari film ini, sepertinya sang produser ingin memunculkan sedikit perang ”Merk”, karena tahukah anda, bahwa komputer server yang dijebol menggunakan Operating System Windows, dan seluruh stake holder dalam bank tersebut
menggunakan Windows XP dan perangkat Dell, namun Jack sendiri dalam usahanya membobol data server menggunakan perangkat produksi Apple yang notabanenya merupakan saingan berat Microsoft.
Teknologi lainnya yang menarik untuk disimak adalah penggunaan perangkat nirkabel yang canggih untuk mengakses internet. Jadi dimanapun Jack berada dia dapat mengakses internet bahkan melacak GPS yang ada di ban leher anjingnya yang diculik bersama istri dan 2 anaknya oleh komplotan Bill.
Perangkat teknologi canggih lainnya yang digunakan dalam film ini seperti, penyadap suara yang diselipkan di dasi, kamera yang diintegrasikan dalam sebuah pena, dan simcard yang dimodifikasi untuk menyadap semua percakapan melalui telepon genggam.
Donny’s Theater

Pemrograman Berbasis Object (Object Oriented Programming/OOP) vs Pemrograman Terstruktur

Paradigma pemrograman adalah pandangan mendasar terkait tentang formulasi sebuah solusi dalam bahasa pemrograman. Paradigma pemrograman menjelaskan tentang perspektif/pandangan pemrogram tentang program yang akan dibuatnya. Saat ini terdapat dua jenis paradigm pemrograman yaitu pemrogram berbasis object (OOP) dan pemrograman terstruktur. Dari kedua jenis paradigm ini yang sering digunakan saat ini adalah pemrograman berbasis object. Model data berorientasi objek dapat dikatakan memberi fleksibilitas yang lebih, kemudahan mengubah program, dan digunakan luas dalam teknik piranti lunak skala besar. Lebih jauh lagi, pendukung OOP mengklaim bahwa OOP lebih mudah dipelajari bagi pemula dibanding dengan pendekatan sebelumnya, dan pendekatan OOP lebih mudah dikembangkan dan dirawat.

Pemrograman terstruktur adalah suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program. Paradigma ini pertama kali diungkapkan oleh Professor Edsger Djikstra dari Universitas Eindhoven sekitar tahun 1965. Prinsip dari pemrograman terstruktur adalah bahwa Apabila kita sudah sampai pada langkah tertentu, kita tidak boleh mengeksekusi langkah sebelumnya. Hal ini dikecualikan pada langkah-langkah untuk proses berulang. Sedangkan pemrograman berbasis obyek (OOP) mendasarkan pada konsep object dan interaksinya. Pada jenis paradigm ini, program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah. OO sebagai tool untuk memodelkan sistem di dunia nyata (tujuan bahasa Simula-67) setiap sistem selalu dapat digambarkan melalui object-object penyusunnya dan bagaimana object-object tersebut saling berinteraksi.

Tujuan Pemrograman Terstruktur Tujuan dari pemrograman terstruktur dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Untuk meningkatkan kualitas dan kehandalan program

b. Untuk memudahkan pemahaman terhadap isi program

c. Untuk menyederhanakan program

d. Untuk maintenance (pemeliharaan) program

e. Untuk meningkatkan produktifitas program Sifat-sifat Pemrograman Terstruktur

Sifat-sifat dari pemrograman terstruktur dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Memuat teknik pemecahan masalah yang logis dan sistematis

b. Memuat algoritma yang efisien, efektif dan sederhana

c. Program disusun dengan logika yang mudah dipahami

d. Tidak menggunakan perintah GOTO

e. Biaya pengujian program relatif rendah

f. Memiliki dokumentasi yang baik

g. Biaya perawatan dan dokumentasi yang dbuthkan relatif rendah

Terdapat beberapa langkah pemrograman terstruktur yaitu : identifikasi masalah, analisis kebutuhan pengguna, penyusunan dan disain algoritma, coding, penyusunan program, evaluasi error, dokumentasi, dan pemeliharaan program. Identifikasi masalah dilakukan untuk memperoleh pemahaman mengenai permasalahan yang ada. Melalui pemahaman ini diharapkan dapat ditemukan solusi optimal dalam memecahkan permasalahan tersebut. Analisis kebutuhan dalam hal ini adalah menentukan spesifikasi fungsi dan fasilitas yang akan diimplementasikan pada program. Analisis kebutuhan pengguna sangat penting dilakukan karena program sepenuhnya disusun untuk memberikan solusi permasalahan pengguna. Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui siapa yang akan menggunakan program, apa saja yang akan ditampilkan dan lain-lain. Coding adalah penerjemahan algoritma kedalam kode program. Bahasa pemrograman merupakan jembatan yang menghubungkan manusia dengan komputer. Testing merupakan tahap yang paling penting dalam penyusunan program. Pada tahap ini diharapkan tidak terdapat error sehingga program tidak dapat digunakan, dan permasalahan tidak terpecahkan. Dokumentasi merupakan informasi tambahan untuk lenih memahami kode-kode yang disusun.

Berbeda dengan OOP. Suatu program disebut dengan pemrograman berbasis obyek (OOP) karena terdapat :

– Encapsulation (pembungkusan) Encapsulation adalah mekanisme pemrograman yang membungkus kode dan data yang dimanipulasi dan menjaganya supaya terhindar dari interferensi dan penggunaan yang tidak perlu. Salah satu caranya dengan membentuk objek.

– Inheritance (pewarisan) Inheritance memungkinkan programer meletakkan member yang sama dalam satu class dan class-class lain dapat mewarisi member tersebut. Class yang mengandung member yang sama dari beberapa class lain dinamakan superclass atau parent class. Class yang mewarisi dinamakan subclass atau child class. Inheritance menghasilkan class hierarchy.

– Polymorphism (polimorfisme –perbedaan bentuk) Polymorphisme artinya mempunyai banyak bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan sebagai polymorphic, bila objek-objek itu mempunyai antar muka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku yang berbeda

Kelebihan OO Sebagai Model Representasi

•Natural: mengikuti cara berpikir manusia (manusia memandang dunianya sebagai kumpulan object yang berinteraksi)

•Abstraksi: menjelaskan makna sebuah entitas secara cepat dan mudah

•Enkapsulasi: dapat menyembunyikan detil yang tidak perlu

•Modular: object adalah entitas yang independen

Beda nyata antara prosedural dan OOP

• Prosedural Fokus pada bagaimana cara komputer menangani masalah

• OOP Fokus pada masalah yang ditangani dengan menggunakan computer

Tetapi, tidak ada jawaban yang benar-benar tepat jika Anda diberi pertanyaan: apakah sebaiknya menggunakan OOP atau Procedural Programming? Karena jawabannya sangat relatif, terutama tergantung pada aplikasi yang ingin dibuat. Jika mempertimbangkan pemeliharaan dan pengembangan aplikasi yang efisien di masa yang akan datang, mungkin dapat memilih pendekatan OOP. Tetapi, jika aplikasi tersebut merupakan program sederhana yang dapat dibuat dengan mudah dan cepat dengan function/procedure, gunakanlah pendekatan Procedural Programming. Pada pemrograman terstruktur, jika ingin membuat perubahan maka harus diubah dari awal karena ada yang namanya variable global dan variable local. Hal itu juga dapat menimbulkan kesulitan dalam mencari error. Semua itu juga tergantung pada Anda sebagai programer, untuk memilih pendekatan yang cocok dan lebih baik bagi Anda dalam mengerjakan sebuah aplikasi.

Kembali pada perbandingan antara OOP dengan Procedural Programming, keduanya memiliki struktur yang baik untuk membuat sebuah aplikasi, di mana OOP menekankan pada penggunaan object sementara Procedural Programming menekankan pada penggunaan function/procedure. Anda dapat melihat persamaannya, yaitu diperlukan kemampuan untuk menuliskan kode program secara terstruktur dan rapi, yang sangat penting untuk pembuatan aplikasi yang membutuhkan team work yang baik, ataupun untuk pengembangan aplikasi di masa yang akan datang.

Communication “A golden bridge to a better Socio Cultural Live”

Komunikasi saat ini seperti gadis belia yang sedang tumbuh berkembang sehngga menjadi perhatian banyak orang. Saat ini komunikasi bukan hanya penting tetapi juga rumit. Seolah-olah komunikasi yang melekat pada manusia dari awal, tetapi nyatanya tidak demikian.

Komunikasi bisa memberikan pengaruh yang sangat besar dari semua aspek kehidupan, bahkan di bidang politik. Tidak semua yang benar patut dikemukakan. Inilah yang menjadi aspek fundamental dalam komunikasi baik dalam konteks organisasi maupun antar pribadi. Komunikasi dijalankan dengan mengemukakan hal yang benar, tetapi itu saja tidak cukup. Masalahnya yaitu patut atau tidak patutnya hal tersebut dikemukakan. Masyarakat Indonesia umumnya etnosentrik. Komunikasi adalah budaya yaitu budaya yang bagaimana orang berbagi dengan orang lain. Sedangkan budaya dalah komunikasi, karena tidak budaya yang bukan produk dari terjadinya komunikasi. Komunikasi itu complicated. Komunikasi tidak harus dinyatakan dengan kata-kata, karena komunikasi bisa dinyatkan dengan hanya diam. Diam juga sudah bisa dikatakan sebagai bentuk komunikasi.

  • Mokusatsu : contoh kasus miskomunikasi

Saat Hirosima dibom, hal itu terjadi karena adanya salah terjemah sehingga terjadi kesalahpahaman.

 

  1. Komunikasi itu pemberian alami, setiap orang mampu melakukannya, bukan hasil dari pelatihan atau pendidikan.
  2. 2. I am speaking, therefore I am communicating
  3. 3. Communication is based on intention, communicating takes place whenever I intend to do so.
  4. 4. Komunikasi itu proses verbal.
  5. 5. Meaning are in word.
  6. 6. Komunikasi sangat lekat dengan budaya sehingga kesalahan kecil saja bisa memberikan pengaruh yang besar.

Apa itu komunikasi?

Komunikasi adalah pertukaran makna yang terjadi antara 2 atau lebih orang yang alurnya bolak-balik, yang akan terjadi yaitu penciptaan dan penafsiran pesan. Komunikasi bisa ditafsirkan dengan makna lain. Dalam komunikasi harus diperhatikan kesepakatan dalam pemberian makna, sehingga tidak terjadi miskomunikasi.Simbol-simbol juga bisa memberikan makna dalam komunikasi. Symbol hanya untuk mewakili sesuatu yang lain, yang bis amemiliki makna apa saja.

Budaya juga hal yang rumit. Budaya bisa dibagi menjadi budaya yang tampak dan tidak tampak.

  • Budaya yang tampak

Warna kulit, corak batik, perilaku, cara bicara, bahasa, tradisi, kebiasaan, penampilan

  • Budaya yang tidak tampak

Misalnya, ukuran kebenaran dalam diri masing-masing orang (nilai baik dan buruk yang berbeda dari masing-masing orang), kepercayaan (belief), personality style, rules, perception, norms, expectations, values, learning style, assumtions.

Komunikasi terjadi dalam bingkai kebudayan.

Melalui beberapa pertanyaan yang disamppaikan oleh beberapa peserta SG dapat disimpulakan:

Komunikasi yaitu proses bagaimana memahami apa yang ingin disampaikan orang lain dan bagaimana kita menyampaikan apa yang ingin kita sampaikan dengan benar, bagaimanapun caranya dengan melalui verbal ataupun nonverbal. Kata kunci dalam komunikasi yaitu empati, yaitu memahami perasaan orang lain dari sudut pandang orang tersebut bukan dari sudut pandang kita pribadi.

Komunikasi bisa saja terjadi dalam diri kita sendiri. Hal itu biasa disebut intrapersonal communication. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan yang kita miliki.

Cara komuniksi yang paling efektif adalah dengan menunjukkan empati kita. Hanya orang yang berempati yang bisa memahami orang lain. Tanpa empati akan muncul prasangka menurut cara pandang  kita sendiri, sedangkan empati sehrusnya dilihat dari sudut pandang orang lain.

SEJARAH PEMROGRAMAN JAVA

Program adalah sekumpulan perintah-perintah (instruction) yang diatur secara sistematis sehingga dapat menyelesaikan suatu masalah(output yang diingkan). Salah satu bahasa pemrograman komputer adalah Bahasa Pemrograman Java. Bahasa pemrograman Java merupakan bahasa yang mendukung pemrograman berorientasi objek (PBO) atau yang disebut juga Object Oriented Programming (OOP).

Pemrograman Java dipelopori oleh James Gosling, Patrick Naughton, Chris Warth, Ed Frank, dan Mike Sheridan dari Sun Microsystems, Inc.[1]. Bahasa pemrograman Java pertama lahir dari The Green Project, yang berjalan selama 18 bulan , dari awal tahun 1991 hingga musim panas 1992 [2]. .apat dikatakan sampai saat ini bahasa pemrograman Java telah berumur kurang lebih 8 tahun. The Green Project itu sendiri merupakan proyek penelitian membuat bahasa yang akan digunakan pada chip-chip embedded untuk device intellegent consumer electronic [1].

Pada awalnya, berdasarkan Java FAQ, Bill Joy yang saat itu merupakan wakil presiden dari Sun Microsystems, Inc., adalah orang yang yang sebagian besar dipercaya sebagai penyusun ide bahasa pemrograman yang nantinya menjadi Java. Pada tahun 1970an, Joy ingin mendesain bahasa yang mengkombinasikan fitur-fitur terbaik dari MESA dan C. Pada percobaan penulisan ulang operating system UNIX pada 1980an, Joy percaya bahwa C++ tidak cukup [3]. Berarti tools yang dibutuhkan adalah tools yang bias mengatasi kelemahan C++ yaitu yang bisa menghasilkan penulisan code yang lebih pendek dan program yang efektif. Dari sinilah awal muasal pengembangan bahasa pemrograman baru yang bisa menutupi kekurangan pendahuluanya.

Pada January 1991, Bill Joy, James Gosling, Mike Sheradin, Patrick Naughton (ketua project Sun’s OpenWindows user environment), tergabung dalam Stealth Project. Menurut Gosling, “tujuannya adalah.. untuk membangun system yang akan mengajak kita untuk melakukan sesuatu yang luas, terdistribusi, bermacam-macam network electronic devices yang semuanya memungkinkan dapat berbicara antara satu dengan yang lainnya.” [3]

Anggota Stealth Project yang kemudian terkenal dengan the Green Project. James Gosling mengidentifikasi bahasa pemrograman apa yang cocok untuk project ini. Ia memulai dengan C++, tetapi segera yakin bahwa C++ tidak cukup untuk project ini. Ia memodifikasi C++ (juga dikenal sebagai C++ ++ –).[3] Hal itu adalah langkah pertama untuk memajukan pembangunan independent languages yang cocok dengan objektivitas project. Dia menamakan bahasa tersebut “Oak” tetapi nama tersebut telah menjadi nama perangkat lunak yang telah dipatenkan, jadi dipilihlah nama JAVA berasal dari orang yang terlibat di dalamnya: James gosling, Arthur Van hoff, Andy bechtolsheim.[3]

Ada beberapa standar Oak agar memenuhi objektifitas proyek diberikan pasar target elektronik consumer.  Pemberian manufaktur array yang luas di pasar [3], Oak akan menjadi platform bebas yang komplet, dan tanpa memperhatika tipe CPU pada suau perangkat. Untuk alasan ini, Oak di desain untuk menjadi interpreted language, sejak itu akan praktis untuk sebuah complied version untuk bisa dijalankan di semua platform. Untuk memfasilitasi pekerjaan interpreter, Oak menjadi pengubah ke sebuah format ‘byte-code’ tingkat menengah yang kemudian langsung menuju network, dan dengan dinamis dieksekusi/di interpretasi.[3]

Alat elektronik yang harus menjadi ‘rebooted’ secara periodic tidak dapat diterima. Desain objektif penting lainnya untuk Oak yang kemudian menjadi uji coba oleh beberapa programmer penguji.[3] Ini adalah motivasi untuk beberapa modifikasi C++. Konsep multiple-inheritance dan operator overloading diidentifikasi sebagai sumber error yang potensial, dan mengeliminasi di Oak.[3] Lagi pula, kebalikan C++, Oak termasuk implicit garbage collection dengan demikian meningkatkan pemanfaatan efisiensi memori dan tahan tingkat keberhasilan tinggi. Akhirnya, Oak mencoba mengeliminasi semua fitur yang tidak aman digunakan di C dan C++ dan hanya struktur data yang diijinkan berdasarkan objek.

Standar desain esensial lainnya adalah security. Pada desainnya, Oak berdasarkan alat, difungsikan pada network yang sering mengubah code dan informasi. Untuk alasan ini, pointer dihilangkan dari desain Oak.[3] Secara theory, hal ini mengeliminasi kemungkinan dari program malicious mengakses alamat arbitrary pada memory. Ide ini juga merupakan rentetan dari penyempurnaan bahasa pemrograman Java.

Seperti diuraikan sebelumnya, Java lahir dari suatu pemikiran mendalam akan bahasa pemrograman pendahulunya, seperti C dan C++. Hal ini akan memudahkan programmer profesional untuk dapat mengerti lebih jelas tentang Java, fungsionalitas, dan lain sebagainya apabila ia memiliki pengetahuan dasar tentang C++ dan konsep pemrograman berorientasi objek. Penemu Java memastikan bahwa Java juga bermula dari bahasa pemrograman dasar yang sudah ada pada saat itu, kemudian mereka membuang berbagai fitur yang rumit dan membingungkan sehingga dapat menutupi kelemahan bahasa pendahulunya.

Jika Java digunakan dalam industry elektronik, maka program akan menjadi lebih simple dan lengkap. Bahasa tersebut dapat dikuasai dengan relative mudah, dan membangunnya tidak terlalu komplek. Pada saat ini Java banyak digemari oleh para programmer karena open source dan dapat dikembangkan ke pemrograman berbasis internet sesuai dengan perkembangan teknologi dan jaman.

 

Referensi:

[1]Siallagan, Sariadin. Pemrograman Java, Dasar-dasar Pengenalan dan Pemahaman. 2009. Penerbit  ANDI: Jogjakarta.

[2] Wikipedia. http://id.wikipedia.org/wiki/Java

[3] Feizabadi, Shahrooz. http://ei.cs.vt.edu/~wwwbtb/book/chap1/refs.html